Selasa, 02 Juli 2013

BOLA, Ternyata Move On itu susah



Siapa yang pernah patah hati dan harus move on dari rasa sakit dalam patah hati? Pasti banyak yang merasakan hal tersebut dan siapa bilang move on itu hanya ada di persoalan cinta dalam kehidupan nyata? Di sepakbola itu juga ada kok, malah banyak orang yang masih gagal move on dan terjebak di ruang nostalgia.
Mungkin, banyak yang gagal move on dari pemain atau pelatih dari satu klub yang mereka dukung. Contohnya masih banyak fans Arsenal yang sulit untuk melupakan ketajaman dari seorang mantan kapten yang telah menjual dirinya kepada setan. Kehadiran Podolski dan Giroud masih di anggap kurang tajam dan kurang memiliki dampak yang berarti bagi Arsenal, samakan kaya misalnya habis putus terus jadian lagi, pasti sering kita membandingkan mantan dengan pacar yang baru. Indikatornya sepele sih, cuman karena merasa mantan lebih mengenal kita daripada pacar yang baru.
Semua butuh yang namanya masa transisi dan pembiasaan, tidak ada yang instan dan mie instan saja harus ada proses yang dilalui terlebih dahulu sebelum memakannya. Podolski dan Giroud baru pertama kali menginjakan kakinya dan berkompetisi di Inggris, perbedaan kompetisi dan gaya permainan di klub pun membuat mereka harus menjalani hal proses tersebut. Padahal kalau misalnya melihat dari jumlah gol yang mereka ciptakan di musim pertamanya pun tidak terlalu rendah.
Atau tidak bisa lepas dari bayang-bayang unbeaten yang indah dan menyenangkan bagi pengikut aliran arsenaliyah ini. Hmm,ternyata sudah sembilan tahun yang lalu raihan fantastis ini mereka buat. Iya, sembilan tahun yang lalu Arsenal adalah pasangan serasi bak film India bersama dengan Manchester United sebelum orang kaya asal Rusia datang merubah segalanya.
Saya sendiri bosan ketika mendengar setiap para gooner berteriak lantang mengagung-agungkan piala emas yang mereka raih. Berbicara soal piala emas, PSMS saja sudah berkali-kali mendapatkan piala emas yang versi Piala Emas Bang Yos sih. Satu trophy unbeaten dengan balutan emas itu lebih berharga daripada 20 trophy perak. Iya… iya… move on atuh kang, udah sembilan tahun loh dan sekarang masih puasa gelar loh, mau sampai kapan membanggakan trophy tersebut?
Terjebak di ruang nostalgia. Mungkin sih, itu yang dirasakan oleh Liverpool dengan masa-masa kejayaan yang indah dulu. Semenjak berubah menjadi Premier League, di saat itu pula Liverpool mengalami masa surut untuk kembali menjadi juara di kompetisi tertinggi di Inggris. Raihan trophynya terkejar dan bahkan terlewati oleh rival mereka, tapi tenang setidaknya kopites tidak begitu merana dan berlama-lama untuk berpuasa gelar seperti gooners.
Sepeninggalnya Rafa, Liverpool pun mengalami masa-masa naik turun. Semasa kehadiran Rafa, semuanya terasa begitu indah sampai akhirnya mereka berhasil dua kali masuk final, dan di final sepertinya mereka telah berjodoh dengan AC Milan. Dua kali final dan dua kali pun mereka bertemu, untungnya dalam dua pertemuan itu mereka sama kuat, sama-sama membagi satu kemenangan di final. Tapi, Liverpool itu adalah klub ajaib! Waktu itu saya masih SMP dan menyaksikan partai final dari layar kaca. Entah apa yang dikatakan oleh Rafa saat itu, yang jelas keajaiban hadir dan membuktikan bahwa sepakbola sulit di prediksi, Milan yang sudah unggul 3 gol harus dipaksa untuk kejebolan 3 gol dan takluk oleh Liverpool di Istanbul.
Kalau misalnya fans Liverpool diberikan pertanyaan, apakah mereka akan menerima Torres dan Rafa kembali ke Anfield?
Sepakbola itu kaya kehidupan dimana kita harus move on, meski terkadang awalnya sulit untuk berjalan maju dengan tidak membanding-bandingkan atau membanggakan masa lalu kita, tapi untuk sesuatu yang lebih baik lagi di depannya kita harus move on.
Seolah kita sudah menikmati keindahan kejayaan lalu dan terlalu berpuas diri dengan raihan itu. Sama kaya halnya saat pacaran, semuanya awalnya terasa indah dan manis hingga akhirnya di akhir terasa pahit ketika menyadari semuanya telah berakhir. Bukannya untuk mencari yang baru lagi, malah membayangkan yang akhirnya terlena dan terbuai dengan kisah bersama sang mantan. Ketika menemukan yang baru, di awalnya malah dibandingkan dengan mantan tersebut.
Iya, Arsenal dan Liverpool seakan dipertemukan dalam satu persamaan nasib yang terlena dalam kisah nostalgia. Banyak dari mereka yang sulit untuk move on dari masa-masa kejayaan mereka. Sulit untuk menyadari bila yang sedang terjadi saat ini sudah berbeda dan tidak seperti yang dulu lagi.
Mungkin untuk fans Arsenal, masih berharap seandainya Cesc, Nasri, Clichy, atau RVP tidak pergi dari Arsenal pasti Arsenal akan juara atau mengulangi kembali raihan tak terkalahkan dalam satu musim. Tapi, ini bukan alam mimpi yang penuh dengan kata seandainya, ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima bahwa pemain-pemain tersebut telah tak berseragam dengan lambang meriam di dadanya. Berhenti untuk membandingkan pemain-pemain tersebut dengan pemain yang masih ada untuk Arsenal, tetaplah berharap bila musim depan kalian dapat membuka keran gelar lagi.
Saya berharap sih fans Liverpool bersabar dan tetap menantikan sentuhan dari Rodgers bagi masa depan mereka. Liverpool adalah klub besar dan punya sejarah yang besar, dalam hati saya, saya yakin bila suatu saat nanti mereka akan menemukan tempat seharusnya mereka berada dan tentunya untuk mengangkat trophy EPL tapi kapan? Suatu saat nanti, percayalah karena semua indah pada waktunya.
Sekarang, pensiunnya SAF dan beralihnya tongkat ke tangan Moyes di tubuh Manchester United. Bersabarlah bila dalam beberapa musim ke depan penampilan MU masih terlihat labil. Tapi, Manchester United adalah Manchester United yang tetap haus dan lapar akan kemenangan.
Sulit rasanya untuk keluar dari bayang-bayang kejayaan, dan kalimat move on itu bukanlah sebuah kalimat yang mudah untuk dilakukan pada kenyataannya. Heei… kompetisi itu berbicara untuk masa depan, masa lalu biarlah menjadi sebuah kenangan yang indah dan tak lekang oleh waktu.
Siap atau tidak siap, kalian akan merasakan yang namanya masa-masa sulit dan bila itu sedang terjadi dalam klub yang kalian dukung. Move on lah dari kenangan indah masa lalu, dukung dan tataplah masa depan untuk klub kalian.
Dan bila kalian benar mencintai dan mendukung klub tersebut, move on itu bukannya pindah klub di saat masa sulit tapi move on itu berhenti membandingkan keadaan klub di masa jaya dengan masa sulit. Karena, semuanya telah beda dan berubah.

Rabu, 10 April 2013


Inilah Isi Deklarasi Ekonomi Kerakyatan Mega-
Prabowo

Penulis : Sonya Helen Sinombor | Jumat, 29 Mei 2009 | 23:11 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Menciptakan kondisi ekonomi politik Indonesia yang lebih
demokratis dan berkeadilan adalah tujuan utama ekonomi kerakyatan. Lewat ekonomi
kerakyatan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan roda perekonomian, dan kemakmuran rakyat diutamakan daripada kemakmuran perorangan.

Demikianlah Deklarasi Ekonomi Kerakyatan pasangan calon presiden dan wakil presiden
Megawati-Prabowo, yang dideklarasikan di Pasar Gede, Solo, Jateng, Jumat (29/5) malam. Deklarasi dibacakan Joko Widodo, Wali Kota Solo yang diusung oleh PDI-P.

Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi membakan fokus perjuangan bersama yang terdiri dari sembilan poin.

Poin pertama, koperasi petani, nelayan peternak, dan usaha mikro kecil.
Selain menyatakan koperasi petani, nelayan peternak, dan usaha mikro kecil perlu diperkuat menjadi lembaga pendukung ekonomi bagi wong cilik yang lebih kokoh dan modern, deklarasi tersebut juga difokuskan pada pengembangan sistem perbankan pemerintah yang lebih memerhatikan kebutuhan untuk mendorong perekonomian rakyat.

Selanjutnya, pengembangan dan perkuatan sistem jejaring ekonomi lemah dan ekonomi kuat dalam pola inti plasma, dan pengembangan sistem industri pertanian berbasis rakyat dari hulu sampai hilir.

Ekonomi kerakyatan juga untuk memperkokoh sistem ekonomi nelayan dengan mengembangkan alat produksi pascatangkap, agenda revitalisasi pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia, dan pembuatan kantong-kantong dan kawasan pedagang kaki lima sebagai ruang usaha PKL.

Pasangan Megawati-Prabowo juga mengangkat warisan budaya tradisional untuk dikembangkan menjadi potensi ekonomi rakyat, dan bertekad mengedepankan sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran yang berorientasi pada investasi dan berpihak pada rakyat miskin.

Sumber:

Inilah.Isi.Deklarasi.Ekonomi.Kerakyatan.Mega-Prabowo




Komentar ...

1) Ivan Roelz

Saya sangat setuju dan mendukung isi deklarasi dari Mega-Prabowo yang ingin mewujudkan ekonomi kerakyatan dengan menciptakan kondisi ekonomi politik yang baik, demokratis dan berkeadilan. karena itu semua adalah hal yang memang diperlukan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan. Selain itu potensi dan harapan dengan adanya ekonomi kerakyatan pun juga cukup besar. 
Diantaranya :
- bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan roda perekonomian. serta
- mengutamakan kemakmuran rakyat daripada kemakmuran perorangan
Saya juga sangat sangat mendukung pasangan Megawati-Prabowo yang juga ingin mengangkat warisan budaya tradisional untuk dikembangkan menjadi potensi ekonomi rakyat.

2) Muhammad Audry 

Saya setuju dengan isi deklarasi Mega - Prabowo karena keinginan mereka untuk membangun perekonomian bangsa sangat positif serta cara cara untuk membentuk ekonomi kerakyatan yang baik pun sangat sederhana dan sangat efektif menurut saya.

3) Eben Ezer

Menurut saya kerakyatan ekonomi yang baik itu harus mencakup secara merata. Dan ditinjau dari rakyat yang miskin terlebih dahulu dan diberikan bantuan yang cukup supaya kesejahteraan hidupnya bisa lebih baik lagi.

4) M. Pandu Prasetia

Menurut saya  isi deklarasi Mega-Prabowo sangat bagus dan positif karena sangat menunjang perekonomian negara menjadi lebih baik.
  

Kamis, 03 Januari 2013

PT SINAR SOSRO

* Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT. Sinar Sosro berbentuk gabungan lini dan fungsional dimana kebijakan dan wewenang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pimpinan setiap departemen dapat memberikan perintah kepada semua staf dan anggota yang ada sesuai dengan bidang kerjanya.

2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Pembagian pekerjaan pada PT. Sinar Sosro dibagi menurut fungsi yang telah ditetapkan. Setiap personil diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan dasar kualifikasinya. Adapun tugas dan tanggung jawab serta wewenang di PT. Sinar Sosro adalah sebagai berikut:
1. General Manager, merupakan pimpinan tertinggi perusahaan. Bertanggung jawab kepada Direktur Operasi. Tugasnya sebagai berikut:
a. Menentukan garis kebijakan umum dari program kerja perusahaan.
b. Bertanggung jawab ke dalam dan ke luar perusahaan.
c. Mengarahkan dan meneliti kegiatan perusahaan.
d. Menerapkan, menyebarkan kebijakan serta mengawasi pelaksanaannya.
e. Menyebarkan dan menerapkan kebijaksanaan serta mengawasi pelaksanaannya.
f. Melaksanakan kontrak kerja dengan pihak luar.
g. Mengkoordinir dan mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada manager dan menjalin hubungan kerja yang baik.
h. Bersama manager lain membuat rencana produksi per triwulan.
2. Manager Produksi dan Maintenance (PM), bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Merencanakan dan mengatur jadwal produksi produk agar tidak terjadi kekurangan dan kelebihan persediaan.
b. Mengadakan pengendalian produksi agar produk sesuai dengan spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.
c. Membuat laporan produksi secara periodik untuk mengenai pamakaian bahan dan jumlah produksi.
d. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui kekurangan dan penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.
e. Mengatur kegiatan perawatan mesin.
f. Membuat rencana produksi sesuai dengan permintaan pemasaran.
3. Manager Personalia dan Umum, bertanggung jawab kepada General Manager dan atas segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang bersifat umum baik yang berhubungan ke luar maupun ke dalam perusahaan. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membantu direktur dalam hal kegiatan administrasi.
b. Mengawasi penggunaan data, barang dan peralatan pada masing-masing departemen.
c. Merekrut dan melatih pegawai baru yang dibutuhkan perusahaan.
d. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari kepala-kepala bagian.
e. Mengerjakan administrasi kepegawaian.

4. Kepala Bagian Pembelian, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan PM. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelian.
b. Mengawasi kegiatan administrasi pembelian.
c. Melakukan pembelian barang yang diminta oleh departemen lain.

5. Manager Accounting dan Finance, bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya sebagai berikut:
a. Membuat laporan keuangan kepada atasan secara berkala tentang penggunaan uang.
b. Mengendalikan budget pendapatan dari belanja perusahaan sesuai dengan hasil yang diharapkan.
c. Bertanggung jawab atas penentuan biaya perusahaan seperti biaya administrasi.
6. Kepala Divisi/Supervisor
Untuk produk Teh Botol Sosro terdapat 3 orang supervisor yang bergantian menurut shift, bertanggung jawab kepada Manager Produksi dan Maintenance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Memimpin dan mengendalikan kegiatan di bidang produksi.
b. Menyiapkan laporan yang dibutuhkan Manager Produksi mengenai data produksi, jumlah batch produksi, pemakaian bahan dan lain-lain.
c. Bertanggung jawab penuh atas masalah yang timbul di kemudian hari atas produk yang dihasilkan.
d. Menyusun jadwal dan rotasi kerja bagi karyawan produksi yang dipimpinnya.
7. Kepala Gudang, bertanggung jawab kepada Supervisor. Tugasnya adalah sebagai berikut:
 a. Mengkoordinir dan mengawasi pengelolaan persediaan bahan baku.
b. Membuat laporan penerimaan, persediaan dan pengeluaran bahan.
c. Mengontrol persediaan bahan.
d. Memesan bahan bila telah habis.

8. Manager Quality Control, bertanggung jawab kepada General Manager. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Mengkoordinir dan mengawasi pengendalian mutu produk.
b. Memberi saran-saran kepada kepala bagian produksi mengenai mutu produk dan keadaan mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produksi.
9. Kasir, bertanggung jawab kepada Supervisor Accounting dan Finance. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Membayar gaji karyawan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Membantu atasan dalam hal penerimaan maupun pembayaran perusahaan yang berhubungan dengan keuangan.
c. Mencatat dan melaporkan uang masuk dan keluar kepada atasannya.
10. Keamanan, bertanggung jawab kepada Supervisor Personalia dan Umum. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Menjaga keamanan perusahaan setiap hari, baik waktu berjalan produksi maupun tidak.
b. Mengawasi dan mencatat tamu yang berkunjung ke perusahaan.
11. Analis, bertanggung jawab kepada manajer QC. Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan pengukuran mutu produk baik sebelum diproses maupun setelah diproses.
b. Memberikan saran dan langkah berikutnya yang dilakukan atas pengukuran mutu.
* PRODUK
Semua produk yang dijual dan didistribusikan oleh PT.Sinar Sosro diproduksi di Indonesia. Sampai dengan Tahun 2008, untuk menjangkau konsumennya, PT. SINAR SOSRO telah memliki 10 pabrik yang tersebar di beberapa wilayah Nusantara.
- Produk Yang Diproduksi

 Teh Botol Sosro
 Jasmine Tea

 Joy Tea
 Jasmine Green Tea
 Madu Lemon
 Jasmine Green Tea Less Sugar

 Fruit Tea
 Apple
 Blackcurrant 
 Strawberry
 Guava
 Fusion
 Extreme

 Tebs
 Country Juice
 Guava
 Apple Pulp
 Apple Fiber
 Manggo
 Orange
 Goji Berry

 Happy Juice
 Orange
 Apple
 Grape
 Chery B
 Apple Berry

 Prima
 S-tee
 Jasmine Tea

GAMBAR PRODUK PT. SINAR SOSRO

Sumber: http://www.sosro.com/images/all-products4.jpg

*STRATEGI PRODUK DAN STRATEGI BRAND

Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan diasajikan dingin. Karena pada awal kemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan panas. Ternyata proses diferensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik, sehingga Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat memberikan kesegaran. Dalam perkembangannya, untuk bersaing dengan competitor Sosro mulai melakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat, karena teh mengandung anti oksidan. Hal ini menambah keunggulan kompetitif dari Sosro.
Brand Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang. Sosro telah berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merek dengan brand equity yang kuat. Beberapa hal yang dapat dicermati dalam pembentukan brand equity ini adalah :
  1. Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakan telah memasuki tingkatan top of mind. Hal ini dapat dilihat dari Teh Botol Sosro dapat menjadi pemimpin pasar dalam kategori teh siap minum dalam kemasan botol.
  2. Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selama puluhan tahun. PT. Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produk ini sehingga mendapat anggapan baik dari konsumen.
  3. Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwa ketika orang menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dari teh botol itu sendiri adalah Teh Botol Sosro.
  4. Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakan hasil dari pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, dan strategi promosi yang dilakukan dengan jargon “apapun makanannya minumannya teh botol sosro”.
Hasil dari brand equity yang kuat ini telah dirasakan oleh Sosro yaitu memudahkan PT. Sinar Sosro untuk melakukan pengembangan pasar dengan mengenalkan produk Fruit Tea untuk kalangan muda dan Tebs untuk pengkonsumsi minuman berkarbonasi, selain itu PT. Sinar Sosro juga menikmati profit margin yang lebih besar, yang terlihat dari profit margin antara agen dan distributornya .
Ada Hal menarik untuk brand Teh Botol Sosro karena dengan penggunaan kata “Teh Botol” kemudian memberikan asosiasi pada Sosro sendiri, yang menjadi keunggulan dari brand ini, sehingga tidak menjadi merek biasa. Selain itu kekuatan brand equity harus dijaga agar tetap bisa menghadapi kompetisi yang semakin ketat, karena ketika sebuah poduk dari sebuah produsen berhasil maka kemudian produsen lain akan mengeluarkan produk serupa. Hal ini terjadi pada munculnya teh dalam botol dari bermacam-macam produsen seperti tekita dan frestea yang di produksi oleh coca cola dan pepsi .
Dalam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosro menerapkan beberapa strategi. Diantaranya adalah :
  1. Line Exten s ion dengan mengeluarkan produk Fruit Tea dengan pangsa pasar generasi muda, dan juga peluncuran produk Tebs untuk menarik minat pelanggan yang mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Kedua produk ini dapat meraih sukses di pasar, terutama untuk produk Fruit Tea yang kemudian mulai menggerogoti pasar dari minuman berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudian produk ini diikuti oleh Coca Cola yang merasa terancam dengan mengeluarkan produk Fruitcy. Kesuksesan produk ini adalah karena kekuatan saluran distribusi dari PT. SInar Sosro, dan dengan produk Fruit Tea dan Tebs sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasi dan menjadi pioneer dengan menyajikan produk teh dengan rasa buah dan produk teh yang mengandung soda.
  2. Brand Exten s ion dengan meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek PRIMA. Walaupun dengan dukungan saluran distribusi yang baik namun PRIMA tidak dapat merebut pasar AMDK yang sudah dikuasai oleh AQUA.
  1. 2.      DISTRIBUTION STRATEGY
Distribusi (penempatan) adalah bagian dari bauran pemasaran yang mempertimbangkan cara menyampaikan produk-produk dari produsen ke konsumen. Perusahaan harus membuat keputusan mengenai saluran (channel) yang akan digunakan dalam mendistribusikan produk-produk mereka. PT Sinar Sosro merupakan salah satu contoh perusahaan terbaik yang sukses mengolah minuman ringan (soft drink) teh, salah satu produk yang dihasilkan adalah teh dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Sukses pemasaran produk dan besarnya keuntungan yang diraih perusahaan tidak terlepas dari strategi distribusi yang jitu dalam menjangkau pasar. Strategi penjualan yang dilakukan Sosro adalah dengan mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus. Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah pada kesetiaan pelanggan.
Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh wilayah nasional mulai dari Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan teh dalam kemasan botol Sosro diekspor ke Australia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Amerika Serikat. Sosro dikenal memiliki jaringan distribusi yang sangat mengakar. Keputusan mengenai pergudangan dan pengendalian persediaan juga merupakan keputusan distribusi. Ketersediaan (availability) menjadi kunci sukses pemasaran. Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet Sosro dari pengaruh pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol Sosro. Survei AC Nielsen beberapa waktu lalu menemukan availability Sosro mencapai 100 persen. Namun Coca-Cola juga tidak kalah kuat dalam saluran distribusi. Database Coca-Cola diketahui memiliki ratusan ribu warung pinggir jalan yang siap menjajakan produk Coca-Cola termasuk Freshtea. Kini Coca Cola bersaing head to head dengan Sosro yang mengusung teh botol dan Fruit Tea. Maka menarik melihat persaingan di antara kedua pemain besar ini.
Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan mengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri. berbeda dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerja sama dengan banyak agen penjualan untuk memperluas cakupan distribusi dari Sosro
Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:
  • Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur
  • Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur
  • Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur
  • Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut
  • Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut
  • Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan
  • Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya
  1. 3.      PRICING STRATEGY
Pertama kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol, Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang sedang melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi promosi yang dilakukan juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih dari biaya parkir pada waktu itu (mengingat target adalah orang yang sedang melakukan perjalanan). Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.
  1. 4.      PROMOTION STRATEGY
Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia sesungguhnya dilihat dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalam beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum meluncurkan produk. Konon kabarnya sebelum sosro hadir, ada sebuah perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam botol sepert i yang dilakukan sosro saat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa sebuah biro riset pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk tersebut di Indonesia. Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidak memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu beralasan bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam kemasan botol justru akan dianggap sebuah keanehan.
Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya. Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on place test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol. Pada demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan disajikan pada calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara tersebut memakan waktu lama sehingga calon konsumen cenderung meninggalkan tempat. Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh dari pabrik dan kemudian dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa dengan mobil. Akan tetapu cara ini ternyata membuat banyak teh tumpah selama perjalanan karena saat itu struktur jalan belum sebaik sekarang. Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada kemasan-kemasan botol limun agar mudah dibawa. Beranglkat dari itu merekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif yang paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke konsumen.
Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim).
Kini SOSRO telah menjadi perusahaan minuman yang besar dan otomatis strategi pemasaran yang dipakai pun semakin besar pula. Promosinya kini bukan menggunakan metode cicip rasa tetapi kini banyak iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagai stasiun televisi, internet, majalah, surat kabar, radio, dan berbagai acara-acara besar maupun kecil.
3.3  ANALISIS SWOT PT SINAR SOSRO
              Faktor Internal

Faktor Eksternal
Strenghs (Kekuatan) 
Weaknesses (Kelemahan)
Opportunities (Kesempatan)
Strategi SO :
Memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluangsebesar-besarnya. Inilah yang kami bahasakan strategi agresif yaitu,
Strategi WO :
Strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
Threats (Ancaman)
Strategi ST :
Strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman
Strategi WO :
Strategi yang ditetapkan berdasarkan kegiatan bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

DAFTAR PUSTAKA
http://aisyamviolet.blogspot.com/2012/05/kunjungan-industri-di-pt-sinar-sosro.html
http://aperizky.blogspot.com/2011/07/purchasing-ptsinar-sosro.html
http://riamaryani.wordpress.com/2011/09/22/22/
http://www.sosro.com/profil-perusahaan.php
(semua data diunggah pada tanggal 3 Januari 2013)